Tampilkan postingan dengan label KAHYANGAN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KAHYANGAN. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 10 November 2012

BETHARA ENDRA

BETHARA ENDRA

Salah Satu Koleksi Wayang Dewa yang lain adalah Bethara Endra yasan Candra Birawa,Banyumas.Namun Sayang agak kekecilan untuk ukuran Bethara Endra yg Normal.
BETHARA ENDRA

Bethara Endra saya ini mungkin ada perbedaan di Mahkota,
Mahkota wayang ini dibuat seperti wayang rai wong jadi dari bentuk dan warna jauh beda.
Mitologi tentang Bathara Endra sangat menarik untuk disimak,monggo :

MITOLOGI :

Batara Endra 
Batara Endra adalah salah seorang anak Batara Guru.Kekuasaanya cukup banyak,ia bertanggung jawab pada ketertiban kahyangan,memimpin para bidadari,mengurusi berbagai hadiah dari para dewa untuk manusia yang berjasa.Menurut kitab Mahabarata,Batara Endra adalah dewa penguasa petir dan guntur.Dewa ini bertempat tinggal di Kahyangan Tenjamaya.Dalam pewayangan yang menjadi pemuka para dewa adalah Batara Guru,namun dalam Mahabarata,pemuka para dewa adalah Batara Endra atau Indra ini,dan kahyangan tempat tinggalnya adalah Indraloka,Indrabawana atau Kaindran.
BETHARA ENDRA

Batara Endra mempunyai seekor gajah tunggangan yang luar biasa besar yang diberi nama Airawata.Senjatanya yang terkenal diberi nama Bajra yang bilamana diarahkan ke musuhnya berubah menjadi petir.Senjata yang luar biasa ampuh ini,adalah penjelmaan tulang belulang Maharsi Datica.Keterangan ini didapat dari Mahabarata.Dalam pewayangan,dari perkawinannya dengan Dewi Wiyati,Batara Endra mempunyai lima putera dan tiga puteri yang pertama bernama Dewi Tara,yang menikah dengan Resi Subali dan kemudian oleh Prabu Sugriwa.Yang kedua adalah Dewi Tari,yang dinikahkan dengan Rahwana,raja Alengka.Yang ketiga adalah Dewi Supraba,yang menikah dengan Arjuna.Sedangkan lima puteranya adalah Batara Citrarata,Citranggana,Citrasena,Jayantaka,dan Jayantara.

Ketika Arjuna bertapa di Gunung Indrakila dan memakai nama Begawan Ciptaning,Batara Endra datang menemuinya dan menyamar sebagai brahmana bernama Resi Padya.Guna mengetahui ketangguhan Arjuna dalam ilmu kasampurnan,ia menantang adu debat dengan Begawan Ciptaning,tetapi kalah.Perdebatan ini adalah salah satu ujian untuk memastikan apakah Arjuna benar-benar manusia terpilih yang pantas diangkat menjadi jago para dewa untuk menghadapi Prabu Niwatakawaca yang mengancam kewibawaan kahyangan.Sewaktu Arjuna hendak menghadapi Niwatakawaca,Batara Endra menganugerahinya anak panah pusaka Pasopati.Dengan anak panah itulah Prabu Niwatakawaca berhasil dibunuh.
BETHARA ENDRA


Baik dalam Mahabarata atau pewayangan,Batara Endra adalah ayah Arjuna yang sesungguhnya.Batara Endra menemui Dewi Kunti,istri Pandu Dewanata,yang merapal Ajian Adityarhedaya.Karena itulah Batara Endra selalu memberi pertolongan pada Arjuna bilamana ksatria Pandawa itu membutuhkannya,baik diminta maupun tidak.Menjelang Baratayuda,sebagai seorang ayah,Batara Endra merasa khawatir akan keselamatan Arjuna.Ia tahu bahwa dalam perang besar Baratayuda nantinya,Arjuna tentu akan berhadapan dan mengadu kesaktian dengan Basukarna,putera Batara Surya.Keduanya sama-sama tangguh dan sakti.Batara Endra juga tahu,Karna memiliki beberapa pusaka ampuh,diantaranya adalah baju Kerei Kaswargan yang membuatnya kebal terhadap segala macam senjata dan Anting-anting Mustika yang menyebabkan Karna memiliki firasat tajam terhadap segala bahaya yang mengancam.Kedua pusaka sakti ini yang merupakan pemberian Batara Surya itu telah dimiliki Basukarna sejak lahir.Karena itu untuk membantu Arjuna memenangkan perang dalam Baratayuda,Batara Endra lalu berusaha mengambil pusaka-pusaka yang menjadi andalan Basukarna.Dengan cara menyamar sebagai brahmana tua,Batara Endra berhasil meminta pusaka-pusaka Karna itu.Sebenarnya Karna sudah tahu dari keterangan Batara Surya,bahwa yang menemuinya adalah Batara Endra yang menyamar dan berusaha mengelabuinya.Namun Karna pura-pura tidak tahu dan dengan ikhlas memberikan pusakanya.
Adegan Kahyangan Jonggring Saloka


Batara Endra juga berwenang mengatur pemberian hadiah pada mereka yang dianggap berjasa pada para dewa.Hadiah itu berupa pusaka namun bisa juga berupa bidadari.Hadiah yang berupa bidadari diberikan tidak hanya pada manusia ,namun juga pada para raksasa dan kera.Sugriwa misalnya,walaupun berujud raksasa,istrinya yang bernama Dewi Tara adalah bidadari pemberian Batara Endra,sebagai hadiah atas bantuannya mengalahkan musuh para dewa.Begitupun juga Begawan Bagaspati yang dianggap berjasa pada para dewa diberi hadiah bidadari bernama Dewi Darmastuti,padahal ia seorang pandita raksasa.Kadang-kadang Batara Endra juga terpaksa memberikan bidadari pada musuh yang dianggap mengancam kahyangan sebagai suapan.Seperti pemberian tiga bidadari sekaligus pada Dasamuka sebagai pengganti Dewi Widawati yang dituntut oleh Dasamuka.Karena Dewi Widawati adalah istri Batara Wisnu,jadi sulit bagi Batara Endra mengabulkan permintaan Dasamuka.Batara Endra juga pernah turun ke dunia,menyamar sebagai raksasa sakti bernama Rukmuka yang menghadang Bima yang sedang mencari Tirta Perwitasari sebagaimana yang diperintahkan Resi Drona. 

Demikian sedikit Mitologi/kisah tentang Bethara Endra.

sekian

Senin, 29 Oktober 2012

BETHARA GURU / MANIKMAYA

BETHARA GURU / MANIKMAYA

Berawal dari cita2 ku dimasa kecil ingin menjadi seorang Dalang Wayang Kulit tapi tidak kesampean...dan Sampai sekarang hanya bisa mengoleksi wayang kulit dan DVD Wayang Kulit Dalang2 Kondang.
Walaupun tidak jadi Dalng...setidaknya Wayang kulit ku bisa jadi teman disaat aku lelah...kecapean saat pulang kerja.
Dan ini sebagian Koleksi wayang kulit ku :


Bethara Guru Koleksi Ade Nih

Bethara Guru Koleksi Ade Nih
Wayang Bathara Guru / Manikmaya ini adalah wayang kreasi ku sendiri,wayang ini tercipta berkiblat dari wayang ukur dan wayang kulit gagrag solo.
Dari bentuknya hampir mirip dengan Bathara guru Koleksi Dalang Enthus Susmono dan Ki Dalang Kukuh Bayu Aji hanya dari Tunggangan Mahkota dan pengangon2 aku bikin Wahh...aku bikin gemerlap...karna Wayang ini adalah perlambang Ratu atau Raja para Dewa Kahyangan.
Dari penyunggingan jg aku bikin transparan dibagian Merakan dimahkota,bgian bulan sabit,gagang tombak sungu Lembu Andhini'y dan Awan.( Ide/Kreasi by Ade Nih,Penatah/Penyungging by Bpk Rohayat - Cilacap)

Bethara Guru Koleksi Ki Kukuh Bayu Aji
Dan Untuk lebih jelas siapa kah tokoh wayang ini,ini ada sebuah kutipan yg saya ambil dari WIKIPEDIA tentang Mitilogi Bethara Guru ini.

MITOLOGI :
Betara Guru (Manikmaya) diciptakan dari cahaya yang gemerlapan oleh [[Sang Hyang Tunggal]], bersamaan dengan cahaya yang berwarna kehitam-hitaman yang merupakan asal jadinya Ismaya ([[Semar]]). Oleh Hyang Tunggal, diputuskanlah bahwa Manikmaya yang berkuasa di Suryalaya, sedangkan Ismaya turun ke bumi untuk mengasuh para [[Pandawa]].

Adapun saat Batara Guru diciptakan, ia merasa paling sempurna dan tiada cacatnya. Hyang Tunggal mengetahui perasaan Manikmaya, lalu Hyang Tunggal bersabda bahwa Manikmaya akan memiliki cacad berupa lemah di kaki, belang di leher, bercaling, dan berlengan empat. Batara Guru amat menyesal mendengar perkataan Hyang Tunggal, dan sabda beliau betul-betul terjadi.

Suatu ketika Manikmaya merasa sangat dahaga, dan ia menemukan telaga. Saat meminum air telaga itu—yang tidak diketahuinya bahwa air tersebut beracun—lantas dimuntahkannya kembali, maka ia mendapat cacad belang di leher. Diperhatikannya kalau manusia ketika lahir amatlah lemah kakinya. Seketika, kakinya terkena tulah, dan menjadi lemahlah kaki kiri Manikmaya. Saat ia bertengkar dengan istrinya Dewi Uma, dikutuknya Manikmaya oleh Dewi Uma, agar ia bercaling seperti [[rakshasa|raksasa]], maka bercalinglah Manikmaya. Sewaktu Manikmaya melihat manusia yang sedang sembahyang yang bajunya menutupi tubuhnya, maka tertawalah Manikmaya karena dikiranya orang itu berlengan empat. Maka seketika berlengan empatlah Manikmaya. Hal ini adalah salah satu upaya de-Hinduisasi wayang dari budaya Jawa yang dilakukan [[Walisongo]] dalam upayanya menggunakan wayang sebagai sarana penyebaran [[Islam]] di [[Jawa]]. Contoh lain adalah penyebutan [[Drona]] menjadi Durna (nista), adanya kisah [[Yudistira]] harus menyebut kalimat [[syahadat]] sebelum masuk [[surga]], dan lain-lain.


Demikian Penjelasan dari Koleksi wayang kulit ku Bethara Guru / Manikmaya.

terima kasih