Selasa, 30 Oktober 2012

Kayon / Gunungan GANESHA LOKA BAWONO

Kayon / Gunungan GANESHA LOKA BAWONO

Kayon/Gunungan GANESHA LOKA BAWONO adalah Kayon Kreasi saya,Perpaduan antara Dua Kayon yaitu Kayon TRI LOKA BAWONO ( Milik Ki Bambang Soewarno ) dengan Kayon Ganesha Milik Ki Enthus Susmono )
Dibuat di Sanggar Wayang Anugrahing Wayang Seno ,Karanganyar - Solo

Kayon GANESHA LOKA BAWONO

Kayon GANESHA LOKA BAWONO
Kayon TRI LOKA BAWONO ( Ki Bambang Soewarno )

Kayon Ganesha (Ki Enthus Susmono)

 Dan apa itu Gunungan/ Kayon...???
ini ada penjelasan tentang Gunungan/Kayon yang saya ambl dari Wikipedia :

MITOLOGI


Gunungan adalah wayang berbentuk gambar gunung beserta isinya.[1][2] Di bawahnya terdapat gambar pintu gerbang yang dijaga oleh dua raksasa yang memegang pedang dan perisai.[2] Itu melambangkan pintu gerbang istana , dan pada waktu dimainkan gunungan dipergunakan sebagai istana. Di sebelah atas gunung terdapat pohon kayu yang dibelit oleh seekor ular naga.
Dalam gunungan tersebut terdapat juga gambar berbagai binatang hutan. Gambar secara keseluruhan menggambarkan keadaan di dalam hutan belantara.[2] Gunungan melambangkan keadaan dunia beserta isinya. Sebelum wayang dimainkan, Gunungan ditancapkan di tengah-tengah layar, condong sedikit ke kanan yang berarti bahwa lakon wayang belum dimulai, bagaikan dunia yang belum beriwayat. Setelah dimainkan, Gunungan dicabut, dijajarkan di sebelah kanan.[2]
Gunungan dipakai juga sebagai tanda akan bergantinya lakon/tahapan cerita. Untuk itu gunungan ditancapkan di tengah-tengah condong ke kiri. Selain itu Gunungan digunakan juga untuk melambangkan api atau angin. Dalam hal ini Gunungan dibalik, di sebaliknya hanya terdapat cat merah-merah, dan warna inilah yang melambangkan api.
Gunungan juga dipergunakan untuk melambangkan hutan rimba, dan dimainkan pada waktu adegan rampogan, tentara yang siap siaga dengan bermacam senjata. Dalam hal ini Gunungan bisa berperan sebagai tanah, hutan rimba, jalanan dan sebagainya, yakni mengikuti dialog dari dalang. Setelah lakon selesai, Gunungan ditancapkan lagi di tengah-tengah layar, melambangkan bahwa cerita sudah tamat.
                          

sekian

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar